Rabu, 05 Desember 2012

Sedikit Cerita Rasa (Part 3)

Beberapa hari sepulang dari perjalanan itu
“Nggi..kok sandal kamu besar sebelah?” Tanya mama kepada saya yang saat itu sedang berada di kamar
“Sandal yang mana mah?”
“Sandal yang biasa yang item…” Mama menerangkan tentang sandal yang biasa saya pakai
“Hah?emang iya?”
Lalu pikiran saya melayang kembali ke perjalanan panjang beberapa hari yang lalu. Saya ingat pada seseorang yang memakai sandal yang sama dengan saya. Sandal yang saya anggap hanya diciptakan untuk saya seorang (hehehe…)ternyata dipakai juga oleh orang lain dan orang itu adalah Adi (lagi..).
Sebuah kebetulan yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan ternyata sandal saya tertukar dengan dia saat di perjalanan.
Akhirnya, sejak peristiwa “sandal’ itu, saya mulai agak sering berkomunikasi dengan dia setelah sebelumnya tentu saja menukar kembali sandal kami. Hanya berkomunikasi. Lagi-lagi tidak lebih dari itu.
Oiya..sebelumnya perlu saya ceritakan bahwa usaha Nurul dan Hadi untuk membuat Rani jealous berakhir dengan sukses karena sepulang dari perjalanan itu, Rani melabrak saya haha..

Sedikit Cerita Rasa (Part 2)

Setelah saya bangun dari tidur yang pura-pura itu..
“Nggi..tadi gw sama Hadi punya rencana buat ngerjain Rani. Jadi gini Nggi rencananya.blah..blah..blah…blah..blah” Nurul dengan semangat menceritakan rencananya dengan Hadi yang sebenarnya sudah saya ketahui saat saya pura-pura tidur tadi.
“Ikutan ya Nggi..biar aja kita bikin dia kalang kabut” bujuk Nurul kepada saya
(“hm..kebetulan gw dkk emang kurang suka sih dengan Rani. Gak papa deh, cuma becanda ini”)itu yang ada dalam pikiran saya saat itu. Biasa ABG, selalu saja ada perasaan mau mengalahkan orang lain.
“Yaudah,tapi jangan berlebihan ya. Ntar gw nya yang gak enak” akhirnya saya menyetujui juga usul gila kedua orang itu.
Setelah kesepakatan yang hanya ditanggapi oleh Adi dengan tertawa, maka Hadi dan Nurul mulai menjalankan misinya. Karena misi itu juga saya mulai mengenal Adi yang sebelumnya belum pernah saya kenal. Sedikit demi sedikit mulai agak memperhatikan dan melihatnya sebagai seorang yang berbeda. Seseorang yang terkesan cuek, misterius, have his own life, tapi sekaligus juga orang yang kocak dan sangat ramah. Dua karakter yang jarang saya temukan dalam diri satu orang sekaligus. Hal ini tentu saya sadari nanti..bukan saat itu. Bukan saat saya duduk di bangku SMP.
Tapi perhatian saya hanya sebatas itu. Hanya mulai sedikit mengagumi dan merasa kalau dia adalah salah satu hal menyenangkan dalam perjalanan saat itu. Tidak lebih dari itu. Saat itu saya pikir..semua tidak akan pernah lebih dari itu.

Sedikit Cerita Rasa (Part 1)

Sedikit Cerita Rasa ini sebenernya cerpen yang hanya gw tulis buat Adi. Cerita nyata tentang awal gw dan Adi dulu. I'm good in detail. Supaya nggak lupa, akhirnya gw tulis di sini. Ada 3 part dan sampe sekarang belum selesai karena ya penyakit gw..males...jadi baru ampe part 3 dan selanjutnya masih nyangkut di otak. Semoga suatu hari nanti gw dapet hidayah buat lanjutin lagi ceritanya. Karena gw percaya (pada akhirnya), memori itu tidak kekal kalau tidak ditulis..hehehe..

  • Tujuh tahun yang lalu di tahun 2001
    Berawal dari sebuah perjalanan
    Berawal dari sebuah kejahatan kecil-kecilan
    “Gimana klo kita bikin Rani jealous?”kata Nurul teman sebangku saya di bis
    “Iya..gimana caranya?”kata Hadi teman saya yang lain.
    Saat itu kita semua dalam perjalanan menuju Pulau Bali.
    Perjalanan sudah berlangsung satu hari lebih dan mulai membosankan sehingga yang ada di otak anak-anak SMP saat itu adalah bagaimana caranya melihat penderitaan orang lain agar menemukan keasikan baru.
    Saat itu saya tidak ikut dalam pembicaraan maha tidak penting itu dan memilih pura-pura tidur. Yang saya tahu, Rani yang mereka sebut adalah perempuan yang memiliki indikasi menyukai lawan jenis bernama Adi.
    Satu-satunya hal yang membuat saya nyaris lupa kalau saya sedang pura-pura tidur adalah ketika nama saya mulai disebut-sebut.
    “Kita pura-pura aja comblangin Adi dengan Anggi” kata Nurul dengan semangatnya
    (“Hah??kenapa nama gw dibawa-bawa!!deket juga nggak sama Adi..”)gumam saya dalam hati yang saat itu masih pura-pura tidur
    “Iya..iya setuju” terdengar suara Hadi yang menyetujui usul Nurul. Hadi saat itu notabene temen sebangku Adi di bis.

Waktu

Waktu
Dulu ada..sekarang tidak ada,
Dulu penuh asa..sekarang cuma hampa,
Dulu itu semuanya..sekarang tidak ada yang tersisa.
Ternyata memang betul..waktu bisa mengubah segalanya..
Too sad..too hurt..too many expectation and impression,
Too much memory..sad and happy..
Tapi lagi-lagi waktu ternyata tidak peduli karena waktu cuma mau berjalan maju
dan akan terus berjalan maju

Satu-satunya cara agar tidak tertinggal adalah bergerak
Karena waktu tidak akan pernah menunggu saya
Karena waktu hanya akan terus melaju
Berlalu tanpa atau dengan saya ada di dalamnya..


Jakarta, 8 Juni 2009

*Waktu..kata ajaib yang tercipta sebagai penghilang duka. Ditulis mengenang sebuah perpisahan.

Hari Ini 16 Juli

 Hari Ini 16 Juli

Tuhan..hari ini saya janji cuma mau satu pinta dalam doa
Bukan karena sombong seolah punya segala
Bukan juga karena saya lelah meminta
Tapi karena hari 16 Juli
Saya cuma minta di hari ulang tahun mama, Sang Dokter bawa kabar gembira
Saya cuma mau dokter mengakhiri jeda periksa sambil bilang "Ibu sudah baik-baik saja"


Jakarta, 16 Juli 2009

*Ini puisi buat mama.Setahun yang lalu gw tulis ini pas lagi nunggu keputusan dokter apa dia harus operasi myoma nya atau nggak.Keputusan dokter pas di hari ulang tahun mama.Dan ternyata harus operasi. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar dan mama sampai hari ini dalam keadaan sehat. Thanks Alloh.

Dia Baru 21

Dia Baru 21

21 tahun. Umur yang begitu muda dengan beban yang begitu besar. Tapi apakah itu bisa menjadi pembenaran atas sebuah kesalahan? Bukankah dalam hidup pasti selalu ada beban? Tapi seiring dengan itu kita juga diberi pilihan,kita juga diberi kesempatan.

21 tahun. Menjadi seorang Ibu sekaligus Ayah dan tumpuan hidup keluarga dengan pendapatan yang jauh dari cukup. Belitan ekonomi ternyata begitu hebatnya. Uang ternyata tetap menjadi raja atas pertarungan nurani yang awalnya suci.

21 tahun. Tekanan kebutuhan itu ternyata semakin meraja. Mengalahkan akal sehat dan membuat nekat. Nekat menjadi penjahat. Tak ada pilihan lagi untuk membuat anak tetap sehat, membuat keluarga tetap dapat merasakan nasi di hari ini.

Hingga akhirnya, hari ini..Seorang Ibu menjadi seorang maling.

Jakarta, 10 Desember 2009 
*menulis saat menjadi saksi mata kalahnya hati nurani

Aku dilamaaarr....!!

Peristiwa penting ini terjadi di tanggal 11 September 2011. Prosesi lamaran judulnya. Deg-degan nggak? Nggak. Kalau gw malah melihatnya sebagai peristiwa yang seru. Karena rumah gw jadi rame terus gw bisa ketemu sama sebagian besar keluarga Adi. Kapan lagi coba? Persiapan buat acara lamaran ini sih udah jauh-jauh hari, kalau gw persiapannya lebih ke nyari barang-barang buat seserahan. Hehe..itu termasuk persiapan kan? Eh seserahan itu bahasa nasional nggak sih? Ya pokoknya barang2 hantaran untuk pihak perempuan dari pihak laki2 deh. Karena nggak mau ngerepotin orangtua yang sudah lumayan ribet jadi gw sama Adi kerjain sendiri semuanya mulai dari nyari barang seserahan, beli kotak seserahan, bikin undangan untuk lamaran, nyusun acara untuk lamaran, de-el-el. Berhubung kerja di Jakarta ya kita kerjain semua itu di Jakarta.

Acara lamaran sendiri akan diadain di Bandar Lampung, tanah kelahiran gw sama Adi. Jadi orangtua gw bagian nyiapin catering, sewa tenda, sewa kursi, sebarin undangan. Sebenernya bukan acara gede. Yang diundang juga cuma keluarga deket aja. Tapi berhubung mama papa gw itu keluarga besar jadilah acara yang sederhana ini pun jadi agak rame. Berapa hari sebelum acara,gw sama Adi sudah tiba di Lampung buat bantu-bantu orang rumah.Kesibukan paling berasa sih di rumah gw pastinya. Nih, foto diambil semalem sebelum acara, keluarga nyokap lagi pada bantuin nyusun buah, kue, de-el-el.



Pagi di Hari H.
Semua sibuk.Ya walaupun nggak sibuk-sibuk banget juga karena semua udah beres.Tinggal siap2 pada dandan terus nunggu catering dateng.Gw ngapain?Ya gw sibuk ke salon buat make up dan menata rambut.Salonnya deket rumah aja.Di salon gw minta make up soft,rambut jg disanggul kecil kayak dicepol aja. Abis dari salon gw pulang ke rumah,ganti baju, dan semua siap menyambut Adi dan keluarganya.

Di waktu yg sudah dijanjikan sekitar jam 9an lewat deh kalau nggak salah,Adi dan keluarganya datang.Mereka disambut,disuruh masuk,hantarannya diterima terus dibawa ke kamar gw.Asiiik...resmi deh ni barang2 jadi milik gw.
Penampakan Seserahan Dari Adi>>>

Acara setelah itu sih kayak biasa.Ucapan selamat datang dari keluarga gw,penyerahan hantaran secara simbolis,perkenalan keluarga satu persatu,maksud dan tujun keluarga Adi dateng,jawaban lamaran diterima atau nggak,(emang mungkin ditolak??),terus tuker cincin(ibunya Adi masangin cincin ke gw dan mama gw masangin cincin ke Adi),baru deh makan siang. Abis beres makan siang Adi dan keluarganya pamit.Selesailah seluruh rangkaian acara lamaran gw.Lega.One step closer...

Oh iya,ngomongin soal lamaran,kayaknya Adi gak pernah ngelamar gw deh.Gak pernah tuh dia nanya apa gw mau nikah sama dia atau nggak.Dia pede banget gw mau.Hehe.Tapi iya sih.

I'M BACK..I'M BACK..*gaya tarzan

Sepertinya gw mengingkari janji lagi buat menjadikan blog ini sebagai blog yang bakal rutin gw isi. And its almost 1 year atau malah udah lebih ya gw gak nulis lagi di blog ini. Tapi sudahlah, yang penting gw masih inget passwordnya..

Terakhir nulis di blog ini tanggal 3 Oktober 2011, dan sekarang sudah 5 Desember 2012..yah,,beneran setahun lebih ternyata. Setahun ini banyak banget peristiwa penting di hidup gw..(cieeee,,berasa artis). Gw buat point ah biar mengingatkan gw untuk nulis tentang semua peristiwa-peristiwa ini.
1.Bulan September 2011 gw dilamar sama Adi.
2.Terus November 2011 gw resmi jadi Ny. Harnadi.
3.Desember 2011 i've got a new job.
4.Januari 2012, doctor said that i'm pregnant.
5.September 2012 gw dan Adi alhamdulillah bisa beli tempat tinggal yang sampai saat ini masih dalam proses membangun. Insya Alloh Januari bisa ditempati. Amin..
6.Oktober 2012 gw dan Adi resmi meninggalkan Kalibata dan pindah ke Jagakarsa
7.Oktober 2012 juga gw dan Adi resmi berstatus new parents
8. November 2012 gw memutuskan untuk berhijab
9. Desember 2012 gw memutuskan untuk resign dari pekerjaan gw dan menetap kembali di tanah kelahiran gw Bandar Lampung (yah,,long distance relationship with Adi)

And here i'm now, in Bandar Lampung. Tinggal lagi bareng mama papa dan adek gw yang bungsu (Ayus). Terpisah dari suami tercinta. Menikmati waktu menjadi ibu dari Pranaya Zahir Harnadi..(my son). Dan mulai bergerilya (karena belum dibolehin suami) untuk melamar kerja di Lampung ini.

Time flies..yah. Everthing is changing..yah. Tapi jangan pernah berhenti bergerak, atau waktu akan menggilasmu. Dan perlahan menggerogoti kewarasanmu. Sedikit demi sedikit.