Jumat, 14 Desember 2012

A New Mom..Yes, Its Me

Sebelum lupa dan akhirnya cuma bisa cerita ke anak gw dengan setengah inget setengah ngaco, jadi akhirnya gw memutuskan untuk menceritakan detail detik-detik kelahiran anak pertama gw yang namanya adalah Pranaya Zahir Harnadi. Sebelumnya let me explain about the meaning of Pranaya Zahir Harnadi. Pranaya gw ambil dari Bahasa Sangsekerta yang artinya anak laki-laki. Kalau Zahir itu bahasa Arab yang artinya terlihat, ada, tidak mungkin diabaikan. Pengarang Jorge Luis Borges menjelaskan Zahir adalah sesuatu atau seseorang yang sekali kita mengadakan kontak dengannya, maka lambat laun dia akan memenuhi seluruh pikiran kita.Keadaan yang merujuk pada kesucian. Zahir juga salah satu Asmaul Husna, kalau nggak salah urutan 75 yang kalau kita rutin membacanya maka niscaya akan dibukakan pintu-pintu rahasia ilmu. Sedangkan Harnadi itu nama belakang papanya, Kartiko Harnadi. Jadi yang gw dan suami gw harapkan sebagai orangtua adalah dia nantinya bakal tumbuh jadi anak laki-laki yang cemerlang dalam arti positif, dalam hal-hal yang positif. Amin....Sekian.

Eh itu baru penjelasan namanya yang sekian ya. Kemudian The Story Begin..
Akhir bulan September 2012, gw sudah cuti dari kerjaan dan pulang ke Lampung karena memang berencana untuk melahirkan di Bandar Lampung. Dekat sama orangtua, dekat sama mertua jadi gw nggak perlu mikirin banyak hal.Saat itu usia kandungan sudah 8 bulan, dan gw tetap terlihat kecil.Hahaha..Berat gw dari awal kehamilan sampai melahirkan cuma bertambah 7 kg saja.Padahal makan banyak, minum susu setiap hari, minum vitamin juga setiap hari. Semua nutrisi itu sepertinya masuknya ke anak gw. Tanggal perkiraan kelahiran anak gw  adalah 22 Oktober 2012. Masih lama seharusnya. Tapi gw sengaja cuti lebih awal karena gw nggak mau saat hamil tua,gw masih ada di perjalanan pulang ke Lampung. Tapiiii....ternyata keputusan gw untuk cuti lebih awal di Akhir September itu sangat tepat.

8 Oktober 2012
Gw demam tinggi sampai 38-39 derajat Celcius. Gw nggak tau sih penyebabbya apa tapi yang pasti sejak malam gw bolak-balik ke kamar mandi (diare parah). Saat itu gw takut banget karena gw merasa gerakan bayi gw di dalam rahim kok lemah dan jarang. Sorenya gw langsung ke dokter kandungan. Kebetulan dokter kandungan gw adalah dr. Zulkarnaen S.POg yang dulu operasi mama saat ada mium di rahimnya.

Sore itu dokter Zul praktek di RS Anugerah Medika di daerah Enggal. Beliau lumayan kaget juga saat gw masuk ke ruangannya karena baru dua hari yang lalu gw cek rutin bulanan.
"Lho kok ke sini lagi?"katanya
"Iya dok, saya demam tinggi"
"Udah periksa darah?"tanyanya lagi
"Belum.."jawab gw
Gw pun langsung diminta untuk periksa darah di lantai 2. Cek Widal, trombosit dll. Hasilnya bisa langsung dilihat dalam waktu kurang lebih setengah jam. Saat hasilnya sudah jadi, gw masuk ke ruang dokter lagi untuk dilihat hasilnya.
"Oh tipes nih.."kata dokter
"Wah terus gimana dok?"tanya gw
"Rawat ya.."jawab dokter
"Rawat jalan aja bisa nggak dok"gw nawar karena males banget dirawat
"Bisa sih..nanti saya kasih obatnya sama pantangan makanannya ya"dibolehin sama si Dokter
"Oke dok, tapi USG dulu dong dok cek bayi saya"lanjut gw
"Iya.."jawab dokter sambil minta gw ke ruang sebelah

Gw pun menuju tempat tidur untuk USG, but..nggak tau kenapa..mungkin ini namanya naluri, gw ngerasa ada yang nggak beres sama ini baby. Dan bener aja..setelah USG, dokter langsung bikin pernyataan "Kamu dirawat ya, ini bayi detak jantungnya terlalu cepat karena demam tinggi".
Tuh kan..Akhirnya tanpa penawaran apapun gw langsung setuju "Iya dok, saya langsung masuk RS malem ini". Saat itu gw dianter mama papa dan setelah ambil surat rujukan dari dokter, kita langsung menuju RS Bumi Waras untuk gw rawat inap di sana.Itu jam 10 malem WIB.

Sampai di RS BW(Bumi Waras), gw langsung masuk UGD buat pasang infus, ukur suhu, tekanan darah, cek darah (again..) dan daftar kamar. Sampai saat itu suami gw belum tau karena belum dikasi tau,karena bingung mau kasih tau malem ini apa besok, karena takut dia khawatir, karena takut dia kecapean, karena dia baru sampe Jakarta tadi pagi setelah dari Lampung kemaren dan oleh karena semua karena-karena itulah gw bingung. Tapi akhirnya mama memutuskan untuk kasih tau dia, dan seperti dugaan, dia langsung meluncur lagi ke Lampung.

9 Oktober 2012
Yup, semalam sudah gw menginap di RSBW ini. Suami gw udah datang pas subuh dari Jakarta. Gw sih full istirahat karena gw mw sembuh SECEPATNYA. Iya secepatnya, oleh karena itu semua makanan yang dikasi RS gw makan, semua saran obat untuk tifus juga dibeli dan gw makan, semua obat yang dikasi gw telen tepat waktu. Kenapa? Gw pengen sehat. Gw takut baby gw kenapa-kenapa kalau gw sakit. Itu motivasi terbesarnya.

Tapiiiii lagi..manusia berkehendak, Alloh yang nentuin kan?? Siangnya saat mau buang air kecil, keluar flek banyak.Gw tanya mama karena dari artikel-artikel yang gw baca, ciri-ciri pembukaan salah satunya adalah keluar flek. Mama bilang, sepertinya ini udah pembukaan dan untuk memastikan kita panggil suster buat cek.

Suster datang. Berdua. Bawa sarung tangan dan alat-alat lain. Mereka bilang mau cek. Cek Dalam namanya. Gw nggak pernah tau apa itu Cek Dalam. Dan artikel never told me about that. Jadi Cek Dalam adalah memeriksa sudah terjadinya bukaan atau belum, apabila sudah, sudah bukaan berapa dengan cara memasukkan tangan suster ke vagina. Dan itu sakit. Oke. Makasih Sus dan susternya bilang "Belum bukaan kok mbak" . Haha..sakit dan ternyata belum bukaan.

Oh ya..FYI,,gw berencana untuk lahiran secara normal. Oh iya lagi..what is bukaan? Jadi kalau menurut gw yang orang awam, bukaan itu adalah terbukanya jalan lahir yang dihitung 1-10cm. Jadi kalau sering dengar sudah bukaan 1 maka jalan lahirnya sudah terbuka 1 cm. Begitu seterusnya. Dan saat bukaan sudah di bukaan 10 maka saat itulah ibu harus mengejan untuk mendorong bayi keluar. Katanya lagi, untuk kelahiran anak pertama, dari bukaan 1 ke bukaan selanjutnya itu butuh waktu yang cukup lama, bisa sampai sehari penuh. Itu makanya sebabnya kalau baru bukaan 1, 2 atau 3 masih banyak tuh ibu-ibu yang masih bisa jalan-jalan ke mall. Karena dokter juga biasanya merekomendasikan buat jalan-jalan dulu aja, biar lebih cepet proses bukaan selanjutnya.

Balik ke gw yaaa.....
Jadi ceritanya gw belum bukaan dong. Jadi gw masih bisa santai dong. Jadi mungkin flex itu karena gw stress atau kecapean dong. Jadi gw harus fokus untuk penyembuhan tifus yang masih demam tinggi ini dong. Jadi gw belum mw melahirkan dong. Tapiiiiiii....lagi, bukan seperti prasangka gw.

Jam 11 malem..akhirnya gw merasakan yang dinanti-nanti oleh calon ibu sedunia. KONTRAKSI...KONTRAKSI...YA KONTRAKSI.(halah lebai amat ya...hehe). Tapi ya memang, gw agak heboh sama moment yang satu ini. Kenapa? Karena gw penasaran. Disetiap artikel yang gw baca, semua orang selalu menggambarkan kontraksi dengan rasa sakit yang luar biasa. Ada yang bilang sakitnya kayak kalau kita mau menstruasi (sedangkan gw gak pernah sakit kalau mau menstruasi), ada yang bilang kalau sakitnya kayak kita mau pup (sedangkan menurut gw kalau mau pup itu bukan sakit sih kayaknya, dan itu masih bisa tertahan rasanya). Satu kalimat yang gw inget dari salah satu artikel yang gw baca, yang makin bikin gw penasaran terhadap kontraksi adalah.. "kontraksi itu rasa sakit yang sulit diungkapkan, bayangkan rasa sakit seperti teriris tapi tidak ada yang luka di tubuhmu" dedeeeeeng....

Dan kemudian gw merasakan kontraksi. Oke. Jadi setelah merasakan kontraksi, yang bisa gw jelaskan tentang rasanya adalah. Gw bingung menjelaskannya ternyata. Haha..iya sakit,di perut bagian bawah. Sakit yang rasanya kayak perut lo ada luka. Awalnya jaraknya jauh..tiap sejam sekali, setengah jam sekali, sampai akhirnya 5 menit sekali. Dan sakitnya makin terasa sakit saat jarak sakitnya makin dekat.  Tapiiiii....gak usah takut, itu sakit yang masih bisa dinikmatin kok. Gw masih bisa ketawa, masih bisa ngobrol, walaupun sambil nekuk-nekuk jari kaki dan tangan. Istighfar aja...itu lumayan membantu atau cubitin tangan suami, jambakin juga boleh.Kapan lagi dia ikhlas kalau nggak sekarang?Hehehe...

Jadi dari jam 11 malem itu, gw mulai merasakan kontraksi. Jaraknya masih sekitar sejam sampai setengah jam sekali. Masih bisa ketahan.

10 Oktober 2012
Kontraksi masih berlanjut sampai pagi. Setelah yakin kalau ini benar-benar kontraksi, mama manggil suster lagi. Dan datang lagi itu suster berdua. Mau apa? Yak benar. Cek dalam lagi. Cek dalam lagi dan di saat kontraksi. Pasrah..Pasrah..Pas dicek ternyata sudah bukaan tiga. Itu jam 12 siang.
Kemudian susternya bilang,"nanti jam 3 sore di cek lagi ya mbak.  Cek dalam lagi maksudny".
"Lagi sus?"kata gw.
"Iya dong" Jawab suster menenangkan eh menegangkan

Tapi kemudian dengan kelihaian gw, gw berhasil menghindari cek dalam yang jam 3, jadinya cek dalamnya diundur jam 5 sore pas Dr. Zulnya kunjungan. Itu kontraksi sudah hampir tiap 15 menitan sekali. Saat itu panas badan gw karena tifus yang baru dua hari masih tinggi.

Jam lima kurang, dokter datang sama suster dua orang yang dari kemarin kerjaannya cek dalam gw. Dan cek dalam lagi, dan ternyata sudah bukaan 5. Tapi mama sama suami agak ragu dan khawatir sama kondisi gw. Mereka, tepatnya mama ragu gw bisa mengejan saat mau lahiran nanti. Resikonya kalau gw tidak bisa mengejan nanti adalah anaknya di vacuum..atawa ditarik pakai alat (katenye..).Mama sama suami agak serem juga dengan resiko itu karena kasihan nanti anaknya. Akhirnya suami memutuskan untuk operasi saja.

Setelah keputusan diambil, dokter minta gw untuk mulai puasa jam setengah 6 sore(saat itu sekitar 30 menit lagi..),puasa makan puasa minum, dan operasi akan dilangsungkan (halah...bahasanya..)jam 10 malam.

Dari jam 5 sore sampai jam 10 malam itu sebenarnya cuma 5 jam. Tapi menunggu waktu operasi di saat kontraksi sudah semakin sering,dan demam yang tinggi itu berasa lamaaaaa.....banget. Ada kekhawatiran saat itu bukaan gw udah full, dan bayinya siap keluar.Hehe..

Sekitar jam 8 malem muncul lagi itu dua orang suster spesialis periksa dalam itu. Di cek lagi dan sudah bukaan 6. Tuh kan...empat cm lagi dan gw udah bisa bersiap melahirkan sebenarnya. Kemudian sekitar jam 9 an masuk lagi suster untuk ganti infus gw jadi infus yang untuk operasi untuk persiapan aja kalau-kalau butuh transfusi darah saat operasi.Keluarga gw pun diminta untuk siapin 2 kantung darah.

Jam 9 lewat banyak, muncul lagi perawat spesialis cek dalam. Kali ini mereka hadir bukan untuk cek dalam tapi untuk PASANG KATETER. Kenapa pula ini di bold?Karena gw menemukan rasa sakit yang lebih sakit dari cek dalam. Can you imagine, selang kecil dimasukin ke lubang urin yang tidak elastis? Yeah, itulah yang disebut pasang kateter. Untuk menampung urin saat proses operasi. Tapiiiiii....ternyata gw baru tau kalau pasang kateter itu bisa dilakukan pada saat sudah mau operasi, saat sudah dibius, saat bagian perut ke bawah sudah tidak bisa ngerasain apa-apa lagi. Kemana aja gw??

Oke. Jadi cek dalam terakhir sudah. Infus sudah diganti. Kateter sudah dipasang. Oksigen juga sudah dipasang.Dan itu hampir jam 10 tapi nggak ada tanda-tanda gw mau dioperasi. Sampai akhirnya jam 10 lewat, sepasukan (ya..boleh pakai istilah ini lah, karena lumayan rame..)suster datang ke ruangan gw untuk menjemput dan mengantar gw ke ruang operasi. Tadinya gw pikir gw bakal dibawa pakai kursi roda. Ughh..gak kebayang sakitnya harus naik ke kursi roda lagi, sementara untuk gerak dikit aja gw udah bener-bener kesakitan. Eh tapi ternyata gw disuruh tetep tiduran aja tuh, tempat tidurnya yang didorong ke ruang operasi....Asiiiik...

PERSIAPAN OPERASI
Tempat tidur gw dibawa masuk ke ruangan yg dingin banget. Eh suer sampai sekarang gw nggak tau itu ruangan apa. Katanya ruang ICU. Yang pasti gw dipisahkan sama keluarga gw. Keluarga gw nunggu di depan pintu. Di ruang yang dinginnya keterlaluan itu gw didiemin aja. Diminta tunggu sebentar katanya. Gw diem, sambil nahan sakit yang makin sakit karena dingin, gw celingak celinguk..liat kanan kiri..Ada layar-layar monitor, sebelah kanan kiri gw ada kasur juga. Di depan gw, gw liat ada ibu-ibu lagi diem juga kayak gw. Tapi dia dikerumuni banyak dokter. Nggak tau deh kenapa. Nggak sempet cari tau juga gw.

Nggak lama kemudian...eh lama ding...jam 10 lewat banyak datanglah sekitar 2 atau 3 orang pria,yang meminta gw untuk mengganti baju dengan baju operasi. Setelah itu mereka mendorong tempat tidur gw ke arah ibu-ibu tadi. Kemudian gw diminta pindah ke tempat tidur yang lebih kecil. Yak..dengan kepayahan dan dibantu 2 pria itu gw berhasil pindah juga ke tempat tidur operasi yang selanjutnya mereka dorong ke ruang operasi.

RUANG OPERASI
Dingin. Terang. Banyak alat-alat yang gw nggak tau apa namanya. Ada monitor juga. Ada lampu besar. Dan ada lebih banyak lagi pria disana. Tempat tidur gw diletakkan pas di bawah lampu yang besar itu. Setelah mereka (dokter-dokter itu) siap dengan segala peralatannya, salah seorang dari mereka bilang kalau dia akan segera membius gw di tulang belakang. Dia juga menjelaskan kalau nanti dari perut ke bawah akan kerasa dingin, terus mati rasa deh. Oh.Oke.Kata gw. Gw juga nggak sabar pengen tau rasanya dibius.Lalu gw pun dibius. Bukan bius total jadi perut ke atas sih biasa aja. Gw dalam keadaan sadar.

Eh rasanya ternyata lucu. Gw bener-bener gak bisa ngerasain perut gw dimana. Kaki gw dimana.Bener-bener kayak nggak ada aja. Dan rasa sakit kontraksi juga ilang-lang-lang dalam sekejap. Keren...siapa yang nemuin sih tu obat bius??

Di antara perut dan dada gw ditutup pake kayak layar gitu..jadi gw nggak bisa liat perut gw diapain aja. Thanks to layar. Kalau nggak ada layar pasti gw pingsan ngeliat perut gw dibuka terus ngambil bayi dari situ.Di sebelah kiri gw ada 1 orang yang sibuk dengan tangan gw. Tangan gw kanan kiri kayak diiket gitu. Eh jelek banget ya diiket, pokoknya ditahan sama alat kait gitu deh biar tangan gw gak gerak kemana-mana
.
Tapi tiba-tiba tangan dan bibir gw tremor. Heboh banget getarnya. Nyampe ngomong aja gw kayak menggigil. Gw nanya kenapa kayak gini? Kata perawat sebelah kiri gw katanya gw grogi. Hah..becanda banget dia, ini asli gw nggak ada groginya sama sekali..tapi dia emang becanda sih karena tangan gw langsung disuntik cairan dan dalam sekejap juga gw nggak gemeteran lagi. Kenapa bisa gitu ya?

Setelah mati rasa, dokter Zul datang ke ruangan sudah lengkap dengan masker. Sempet menyapa gw sebentar kemudian operasipun dimulai.
Berikut ini percakapan gw di ruang operasi. Percakapan nggak penting dan jangan ditiru ya.
Gw: Dok ini beneran mati rasa kan pas perut saya dibuka?
Dokter (entah dokter apa) : Iya, dong bu, kalau nggak mati rasa ini bukan operasi namanya tapi penjagalan
Gw:Iya ya..
Gak lama....
Gw: Dok nanti pas anaknya lahir dibersihin dulu ya baru tunjukkin ke saya
(gw agak serem juga sih kalau masih berlumur darah terus ditunjukin ke gw kayak di film-film itu)
Dokter di ruangan (semua): hening...(gak ada yang jawab)
Gw : Mas (nanya ke perawat sebelah kiri gw), itu kenapa dokter Zul ngeliat ke belakang saya terus sih?
Perawat sebelah kiri gw : O,,itu di ruang sebelah lagi operasi juga
Gw  : Ooo..
(sambil mikir kok ni dokter ngurusin dua operasi sih?. Tapi begonya gw kenapa lagi-lagi percaya sama perawat itu, karena setelah beres operasi gw baru sadar kalau di belakang gw itu monitor detak jantung gw kaaan...OON!!)
Dokter Zul: Nanti perutnya saya tekan dikit ya..
Gw: Iya dok, sakit nggak?
(pertanyaan bodoh lagi, kan gw lagi dibius, mana ada sakitnya. Eh tapi dokternya juga ngapain nanya gitu,kan dia mau apain juga tuh perut, gw nggak bakal tau. Kerasa juga nggak)
Gw : Udah ditekan dok perutnya?
Dokter: Udah,,ni bentar lagi bayinya keluar
Gw: (diem..deg-degan dikit)
Dokter: Nih ya bayinya kita angkat...
(langsung kedengeran suara nangis bayi keras banget)
Gw: apa dok? (maksud gw jenis kelaminnya) lengkap gak dok?( maksud gw fisiknya lengkap nggak)
Dokter : laki-laki kan..(maksud dokter kan gw harusnya udah tau dari USG). Mau langsung diliat nggak?
Gw: mau dok!! (gw udah nggak peduli deh dia udah dibersihin apa belum)

Dan itulah perjumpaan pertama gw dengan si bayi..gak akan lupa:
"dia nangis keras banget, dibawa perawat ke gw terus nangisnya sempet berenti bentar pas badannya dimiringin buat ngeliat gw..lalu lanjut nangis lagi yang kenceng..matanya baguuuuus...langsung jatuh cinta deh gw"

Kemudian bayinya dibawa pergi, tangan gw disuntik lagi sama perawat sebelah kiri gw. Pas gw tanya itu suntikan buat apa dia jawab suntikan biar rahimnya cepat bagus lagi. Hahaha..dan gw percaya lagi sama perawat yang kayaknya memang bertugas buat bohongin gw terus karena akhirnya setelah disuntik itu, gw tidur nyampe tiga jam. Baru sadar jam 1malem sudah berpakaian lengkap sama kayak pas belum ganti baju operasi dan sudah di atas tempat tidur kamar perawatan gw dan tidur di ruang pertama kali yang AC nya dinginnya keterlaluan dan nggak sempat berpamitan sama tim dokter yang operasi gw.

Yah..I'M A NEW MOM NOW..I HAVE A BABYBOY NOW..seneng sekali. Alhamdulillah.