Sabtu, 27 Juli 2013

Bicara Lewat Foto : Situpatenggang Jawa Barat, Indonesia

Blog ini jarang banget upload foto. Penyebabnya adalah si blogger terlalu cerewet sehingga kadang lupa untuk upload foto dalam post-nya dan saat ingat untuk upload foto, si blogger ini terlalu males nyari file fotonya untuk disisipkan di dalam postingan. Tapi, untuk postingan kali ini dan mungkin beberapa postingan ke depan, akan ada banyak foto..malah mungkin ada beberapa postingan yang fotonya lebih banyak dari tulisan. Kenapa? Karena untuk postingan ini dan beberapa postingan ke depan, si blogger  mau upload foto-foto yang nyaris terlupakan ceritanya. Jadi biar foto-foto aja yang bicara. Tsaaah...Postingan kali ini tentang Situ Patenggang.

Situ Patenggang, terletak di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Saya ke sini tahun 2009 bersama seorang teman bernama Lukman yang sedang hobi-hobinya "jeprat-jepret".  Niat ke sini adalah untuk mencari objek foto yang bagus. Seperti biasa, saya hanya penggembira saja, tapi lumayan juga bisa dapat ilmunya. Bisa ikut difoto juga sih intinya.  

Saya dan Lukman ke Situ Patenggang naik motor, jadi kalau ada yang bertanya bagaimana cara akses ke Situ Patenggang naik kendaraan umum saya kurang paham. Mungkin link ini bisa membantu. Dari Kawah Putih ke Situ Patenggang, jarak tempuhnya hanya sekitar 10 menit saja. Perjalanan menuju Situ Patenggang dari Kota Bandung memang lumayan lama, hampir dua jam tapi kita tidak akan merasa bosan di jalan karena di sepanjang jalan mata kita disuguhi pemandangan hijau super keren berupa pohon-pohon besar, kebun strawberry, areal perkebunan teh Ranca Bali yang super luas, dan kawasan hutan pinus cagar alam Patengan yang adem.  Situ artinya danau, jadi objek wisata Situ Patenggang ini memang objek wisata danau. Cuma danau? Tidak..banyak yang lain. Let's see!



Mitos dan Sejarah Situ Patenggang
Sebelum ke foto-foto, baiknya saya cerita dulu nih tentang sejarah dan mitos dari Situ Patenggang karena sejarah dan mitos yang berkembang ini menjadi salah satu faktor daya tarik dari Situ Patenggang. Begini ceritanya..

Alkisah di zaman dahulu hiduplah sepasang kekasih bernama Ki Santang (Raden Indrajaya) dan Dewi Rengganis. Ki Santang merupakan keponakan Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran) dan Dewi Rengganis adalah putri dari Kerajaan Majapahit. Perang Bubat yang melibatkan Kerajaan Pajajaran dan Majapahit memisahkan kedua sejoli tersebut dan membuat mereka melalui kisah cinta yang berliku-liku, penuh rintangan, kepedihan,dan memilukan hati.Namun karena rasa cinta yang sangat dalam, mereka saling mencari. 

Saling mencari atau yang dalam Bahasa Sunda adalah "pateang-teangan"inilah yang menjadi asal mula nama Situ Patenggang (dikenal juga sebagai Situ Patengan ). Setelah saling mencari, akhirnya mereka dipertemukan kembali di sebuah tempat yang kini bernama Batu Cinta.Rindu dan cinta yang begitu mendalam, membuat mereka tak bisa menahan deraian air mata saat berjumpa kembali, bahkan air di Situ Patenggang ini dipercaya berasal dari air mata mereka ketika mereka menangis saat berjumpa kembali. Setelah berjumpa, Dewi Rengganis meminta  dibuatkan kapal kepada Ki Santang untuk berlayar bersama. Kapal inilah yang kemudian menjadi pulau berbentuk hati yang kini bernama Pulau Sasaka atau lebih dikenal sebagai Pulau Asmara.

Mitos yang dipercaya masyarakat adalah apabila ada pasangan yang berkunjung ke Situ Patenggang ini kemudian mengelilingi Pulau Asmara dan singgah di Batu Cinta maka kisah cinta mereka akan langgeng seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis yang kisah cintanya abadi hingga kini.

Begitulah sejarah dan mitos yang beredar di masyarakat hingga kini. Kemudian lanjut ke foto-foto ya...

Untuk masuk ke objek wisata Situ Patenggang, tiketnya dulu sekitar 4000 rupiah per-orang, sekarang sekitar 6.000 rupiah.Bila membawa mobil dikenai biaya tambahan sekitar 10.000 rupiah untuk biaya parkir.Nah, di sekitar Situ Patenggang ini ada banyak danau-danau kecil lain. Danau di gambar ini contohnya. Banyak warga yang mencari ikan di danau-danau kecil tersebut.Oiya, sebelumnya kawasan ini adalah cagar alam lho, baru pada tahun 1981 dibuka jadi kawasan taman wisata hingga akhirnya bisa kita nikmati sampai sekarang.
Nah, ini gambar Situ Patenggang. Danau ini sangat luas. Luasnya sekitar 45 Ha dengan kedalaman danau sekitar 3-4 meter. Dengan kedalaman itu , banyak ikan air tawar yang hidup di dalamnya (mujair, nila,mas,nilem,lele). Airnya sangat tenang. Nyaris tidak ada riak.

Di kunjungan pertama ke Situ Patenggang ini, saya dan Lukman tidak berkunjung ke Pulau Asmara ataupun Batu Cinta. Hanya sempat mengabadikan Pulau tersebut dari kejauhan. Bentuk hatinya memang tidak tampak, hanya akan tampak bila difoto dari atas atau kita mengelilingi pulau tersebut. Bila kita menyewa perahu dayung atau perahu motor biasanya kita akan dibawa mengelilingi pulau tersebut oleh supir perahu. Kita juga akan dibawa singgah ke Batu Cinta untuk sekedar berfoto-foto.


Ini adalah gambar Batu Cinta yang terkenal itu. Kalau lihat dari dekat akan kelihatan kalau di batu itu banyak coretan. Banyak yang mengukir nama di situ. Memangnya batu nisan? Jangan ditiru ya..


Well,memandang  kemanapun yang terlihat hanya danau yang luas dan pohon besar dimana-mana. Wajar saja karena luas total kawasan Situpatenggang ini 150 Ha. Jadi memang super duper luas dan hal inilah yang membuat orang akan betah berlama-lama duduk di pinggir danau yang dinanungi rindangnya pohon seperti yang dilakukan teman saya ini. Mencari inspirasi sambil  mengagumi kebesaran Sang Pencipta.

Untuk mengelilingi danau, kita bisa menyewa perahu dayung, perahu motor, atau bebek-bebekan. Biaya sewa perahu dayung sekitar 40.000 rupiah/orang, sewa perahu motor sekitar 200.000 rupiah/kapal, sedangkan bebek-bebekan sekitar 15.000 rupiah/orang.Biaya sewa bebek-bebekan memang lebih murah karena kita menggowes sendiri bebeknya. Harga di atas sudah di update ke tahun 2013 dan jangan lupa untuk menawar.

Yup,di sini juga ada bungalow untuk yang ingin bermalam. Tapi saya tidak sempat untuk menanyakan rate nya. Dari kejauhan kondisi bungalownya tampak  bagus, terawat, dan kelihatan bersih selain itu tidak perlu bingung  untuk mencari tempat makan, karena banyak penjual makanan berderet di sekitar area parkir dan di pasar.


Nah, ini yang saya sebut pasar.Letaknya di dekat danau. Banyak toko-toko yang menjual berbagai souvenir ataupun buah-buahan segar dan makanan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.


Dan akhirnya tiba waktunya bagi saya untuk meninggalkan Situ Patenggang. Hamparan hijau kebun teh,pohon pinus, ditambah lagi dengan udara yang dingin dan bersih serta matahari yang hangat pasti akan membuat saya kangen untuk berkunjung lagi ke sini. Damai dan menenangkan.