Minggu, 18 Agustus 2013

Cukup Dengan Hormat

Kalau menurutmu semua agama sama, harusnya kamu bisa bisa pilih agama yang kamu mau dengan capgoci
Kalau menurutmu semua agama sama, lalu kenapa kamu tidak coba masuk agamaku saja?
Tidak bisa? Tidak mau? Kenapa? Karena kamu pasti merasa agamamulah yang terbaik.

Saya pun begitu. Saya tidak pernah mau bilang kalau semua agama sama. Saya tidak bisa bilang kalau semua agama baik. Tidak bisa..tidak mau..karena menurut keyakinan saya, agama sayalah yang paling baik. Oleh karena itu saya tidak berpaling kepada Tuhan kalian yang lain, saya tidak men-Tuhankan yang lain, atau bahkan menghilangkan keberadaan Tuhan sama sekali.

Saya fanatik?Bukan. Saya tidak suka menimbulkan konflik atau kerusuhan yang serius. Saya hanya memegang teguh apa yang saya anggap benar. Saya tidak suka memperdebatkan keyakinan. Bagiku agamaku..bagimu agamamu. Ini soal yakin. Banyak hal yang tidak bisa dijabar akal tentang Ketuhanan .Banyak hal yang tidak bisa dijelaskan kenapa. Banyak hal yang harus diyakini cukup dengan Allahu a'lam. Tapi ini memang bukan kerjanya akal. Hal-hal ghaib kerjanya iman. Iman jugalah yang akan terus menjadi benteng dari tiupan angin kemajemukan, serbuan globalisasi, dan guncangan liberalisme. 

Apa yang salah dengan kemajemukan? Tidak ada. Sikap kita terhadapnya yang kadang menimbulkan keriuhan baru. Kemajemukan itu perbedaan. Tidak bisa disamaratakan. Apalagi kemajemukan dalam beragama. Cukuplah dengan saling menghormati. Tidak saling mengkritisi, tapi tidak juga mengakui kebenaran keyakinan yang lain. Tidak mencaci, tidak membenci, dan tidak saling menyulut emosi karena siapapun tidak akan suka keyakinannya diusik. Kalau diusik pasti akan konflik. 

.....Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.....
(QS: Al-Maidah Ayat: 3)

Masa Lalu Sudahkah Berlalu?

Masa lalu...
Mengingatnya kembali karena rindu
Menghapusnya kembali karena tabu
Indah tapi mengingatnya membuat gundah
Tidak bagus dipikir  terus, takut ada yang tergerus

Dulu...
Ya, dulu itu memang milik kamu, kamu yang tidak cuma satu
Kamu dan cerita yang belum dimulai
atau kamu dan cerita yang belum selesai
Tentang kamu dan waktu yang dirasa terbuang
atau tentang kamu dan waktu yang dirasa kurang
Aku, kamu, dan rasa tak terbalas
atau aku, kamu, dan rasa yang tidak tuntas
Ada obsesi pada kamu
Ada emosi pada kamu yang lain

Mengingatmu di masa lalu...
Membuatku dulu terlihat payah dan sekarangku terlihat salah
Membuat kamu terlihat sempurna dan sekarangku kurang pesona
Membuat kamu terlihat bersinar dan sekarangku seperti kurang pijar

Tentang dulu...
kadang membuatku nyinyir, kadang membuatku mikir
kadang membuatku hancur, kadang membuatku bersyukur

Sudahkah berlalu?
Sudah kata waktu
Belum aku pikir..Buktinya kamu masih sering mampir
Tapi hanya untuk dikenang saat senggang
Kamu cuma bisa di belakang
Kamu cuma bisa mengikuti
Tidak bisa lagi memiliki
Tidak bisa lagi dimiliki
Tidak boleh hadir lagi di sini