Sabtu, 31 Desember 2016

Day #3 Writing Challenge "A Book You Love"


sumber gambar dari sini


Rubah dan Bocah. Aku dan Kamu.

Tentang teori menjinakkan yang pernah kubacakan untukmu dari sebuah buku. Cerita itu sangat mengesankan bagiku, aku membacakannya dan berharap itu juga membuatmu terkesan. Ceritanya lumayan panjang, ada sekitar 9 atau 10 halaman. Baiklah, kupetik sedikit bagian-bagian yang menurutku menarik.

“Buatku, kamu masih seorang bocah saja, yang sama dengan seratus ribu bocah lain. Dan aku tidak membutuhkan kamu. Kamu juga tidak membutuhkan aku. Buat kamu, aku hanya seekor rubah yang sama dengan seratus ribu rubah lain. Tetapi, kalau kamu menjinakkan aku, kita akan saling membutuhkan. Kamu akan menjadi satu-satunya bagiku di dunia. Aku akan menjadi satu-satunya bagimu di dunia...”

Aku tidak tahu apakah ini relevan jika aku kaitkan dengan hubungan kita? Aku dan kamu awalnya adalah orang-orang asing di sebuah tempat bernama bumi. Aku tidak mengenal kamu, begitu pula sebaliknya. Jika akhirnya kita saling mengenal, bagiku kamu masih sama dengan puluhan bahkan ratusan orang yang aku kenal lainnya. Tentu bagimu pun begitu. Menurut teori itu jika salah satu dari kita menjinakkan yang lainnya, maka kita akan saling membutuhkan. Kita tidak lagi akan menjadi dua orang asing. Ada hal-hal yang akan membedakan kita dengan orang-orang lain yang kita kenal. Tapi, bagaimanakah cara menjinakkan? Bagaimanakah konsekuensi dari sebuah penjinakkan?

Menurut buku itu lagi, menjinakkan perlu sebuah kesabaran. Tentu aku membenarkan hal tersebut. Kamu telah sangat sabar sehingga kehadiranmu kini seperti sebuah rutinitas yang tidak bisa lagi aku tinggalkan. Jika indikator sebuah penjinakkan adalah berapa banyaknya hal-hal yang mengingatkanku akan kamu, berarti mungkin aku telah dijinakkan. Setiap mata cokelat yang aku jumpai kini mengingatkanku akan kamu. Lagu yang berulang kali aku dengar saat bersamamu adalah lagu yang lagi-lagi mengingatkanku akan kamu.

Tapi kita bukanlah seekor rubah dan seorang bocah dalam cerita itu. Aku dan kamu adalah manusia dewasa yang memiliki banyak pertimbangan. Aku sangat menyadari pesona yang kamu miliki. Tidak sulit untuk menyerahkan diri di bawah pesona itu. Tapi seperti juga kebaikanmu yang tidak bisa kuhitung dengan jari, aku ikut mengantongi kesalahan dan dosa-dosamu yang sampai saat ini belum bisa aku maklumi. Menyerahkan diri untuk dijinakkan olehmu butuh sebuah keberanian dan kelapangan dada untuk menerima semua itu. Berani menyerahkan hati untuk pasti tersakiti, berlapang dada untuk menerima bahwa kesetiaan bagimu adalah sifat manusia langit yang tidak mungkin kamu miliki. 

***
Nb. Postingan hari ketiga writing challenge. Sebenarnya tadinya mau bercerita tentang buku yang paling saya cintai, tapi ternyata sudah pernah saya posting di sini dan di sini. Akhirnya memilih untuk menulis ini, sebuah cerita pendek yang terinspirasi dari Buku Le Petit Prince, Pangeran Cilik karya Antoine de Saint- Exupery. Salah satu buku terbaik yang saya baca di tahun 2016 ini. 

Jumat, 30 Desember 2016

Day #2 Writing Challenge “Something You Feel Strongly About”

Hari kedua, temanya adalah “Something you feel strongly about.” Mengintip sebuah blog yaitu blog ini, katanya, tema ini kalau diartikan secara harfiah artinya sesuatu dimana kita concern terhadapnya atau punya perasaan yang kuat dan kita punya opini bahkan gerakan terhadap sesuatu itu. E, gimana maksudnya? #gagalfokus

Terus terang tema ini agak sulit karena em..saya concern terhadap banyak hal. Maklum anaknya perhatian banget. I'm concerned about people who always throw garbage on the road, saya tertarik akan kasus-kasus misterius yang sulit dipecahkan (saya silent readernya blog enigma, btw), saya memiliki perasaan yang kuat dan mendalam mengenai kasus-kasus pelecehan dan perkosaan, saya selalu bersemangat mengikuti berita kriminal yang menimbulkan tanda tanya besar, saya menaruh minat akan banyak hal.

Nah, untuk postingan hari kedua di writing challenge ini, saya mau bahas yang ringan-ringan saja, kebetulan gambar ini lagi sering berseliweran di otak saya.

sumber gambar di sini 

Gambar itu membuat saya menyadari kalau memang kita mudah menunjuk. Kita yakin sekali kalau ada orang lain yang memikirkan bumi ini sehingga kita tidak perlu ikut peduli. Contoh kecil tentang membuang sampah sembarangan. Saya sendiri tidak tahu sejak kapan saya merasa terganggu dengan pemandangan orang yang membuang sampah dengan santainya dari jendela mobil, di jalan raya,di dalam kereta, di dalam bus, bahkan di sebelah kotak sampah. Iya, di sebelah kotak sampah

Oh iya, cerita sedikit. Beberapa minggu yang lalu saat sedang diundang untuk ikut mempromosikan pariwisata Pulau Pahawang (kamu bisa baca soal Pulau Pahawang di sini) dalam kegiatan jelajah pulau, saya agak miris. Saat itu pembawa acara wanti-wanti mengingatkan peserta untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar pulau. Namun, beberapa menit setelah acara ditutup dan semua peserta beranjak menuju kapal untuk kembali ke tempat awal, sampah gelas air mineral dan bungkus makanan bertaburan di bawah kursi peserta. Mungkin kalau ditanya, jawabannya adalah, nanti kan ada petugas kebersihan. Iya benar, sampah-sampah itu mungkin akan sampai di tempat pembuangannya dengan selamat sentausa, tapi, yang saya khawatirkan di sini bukan sampahnya, Mas, Mbak. Ini soal tanggung jawab manusia yang katanya diutus ke dunia sebagai rahmat bagi semesta. #tsah

Saya tidak sedang bicara tentang penyelamatan bumi, saya tidak sedang bicara tentang efek yang ditimbulkan saat sampah itu bertumpuk di jalan, di sungai, di saluran air, bahkan di perut hewan. Saya hanya  bicara tentang kebiasaan yang sudah seharusnya hilang. Mulai dari hal kecil ini, mulai dari diri sendiri. Kotak sampah tidak pernah sejauh hubungan dengan mantan. Simpan sebentar sampahnya di dalam tas atau saku, jalan sedikit, sudah bisa bertemu dengan kotak sampah. Sekali, dua kali, tiga kali, lama-lama nurani akan beradaptasi. Dia akan menimbulkan perasaan ditimpuki saat melihat sampah yang dibuang ke kali, dia akan merasa ditampar saat melihat sampah dilempar, saat itu terjadi, yakinlah apa yang dikatakan Rudi. *kibas rambut*

People will not change their habbits until they're forced to change. Jadi dipaksa saja. Bukan saya yang memaksa, bukan juga orang lain, tapi diri sendiri. Konon, memaksa diri sendiri itu adalah hal yang sulit karena kita tidak memberi punishment untuk diri sendiri. Kita senangnya memberi reward. Sukses diet sehari, besok rewardnya makan sepuasnya. Sukses tidak belanja baju sebulan, rewardnya belanja sepatu sebulan, gitu terus sampai Trump jadi Presiden AS. Eh, udah ya?

Jadi, gitu deh hari kedua. Masih sok serius juga. Selamat memaksa diri sendiri :)



Kamis, 29 Desember 2016

Day #1 Writing Challenge "Five Ways To Win My Heart"


Sumber gambar dari sini


Sejujurnya saya orang yang sangat gampang ditaklukkan. Kalau tema ini meminta 5 cara, maka saya rasa-rasanya bisa memberikan 435 cara. Hahaha. Tapi 5 hal di bawah ini mungkin adalah 5 hal teratas yang sangat bisa membuat saya jatuh cinta, paling tidak terpesona, minimal tertarik kepada seseorang.


1. Be funny

Lucu! It's a must. Srimulat, lucu. Warkop, lucu. Tukul, lucu. Jennifer Lawrence, lucu. Etgar Keret, lucu. Jadi lucu itu memang punya pasar sendiri-sendiri. Bagi saya, lucu itu bisa dibentuk oleh cara pandang seseorang terhadap hidupnya. Saat dia berani menertawakan kekurangannya, kebodohannya, hari-harinya yang tidak menyenangkan, that is the best joke ever.


2. Positif

Menyenangkan pasti jika dekat dengan seseorang yang selalu berpikiran positif. Irit dalam mengeluh dan tidak judgemental. Ada filosofi lama yang sudah diterjemahkan oleh ratusan bahkan ribuan orang (hingga mungkin sudah sangat membosankan untuk dibahas) tentang gelas setengah kosong dan setengah isi. Kamu melihat gelas yang mana, maka itu menggambarkan karaktermu. Akan sangat annoying untuk terus dekat dengan seseorang yang selalu komplain mengenai hidupnya. Seseorang yang selalu positif, akan mampu membuat saya jatuh cinta karena perasaan positif itu cepat menular. Ia akan membangun rasa optimisme sekaligus rasa nyaman yang besar. Makanya motivator begitu kaya raya. Apa yang dia jual? Harapan. Jangan sepelekan sebuah harapan atau mimpi. If you can dream it. You can do it. Itu katanya Walt Disney.


3. Open your mask and be your self.

Do they love you or the mask you put on everyday?

Kalimat itu tragis banget. Kita semua pasti pernah mengenakan topeng. Mungkin malah banyak topeng. Akan menjadi sangat menyedihkan saat semua yang berada di dekat kita adalah orang-orang yang mencintai topeng-topeng itu. Atau malah bisa jadi karena terlalu banyak topeng yang kita kenakan, saat kita lepas topeng-topeng itu, ada bagian dari diri kita juga yang ikut terlepas dan kita tidak bisa lagi mengenali diri kita yang sebenarnya. Jadi, hal terbesar yang saya harapkan dari orang lain adalah jujur dan menjadi dirinya sendiri. Love your flaws, love your failures, and i will love you more.

4. Being happy with your passion. 

Bagi saya, passion adalah hal paling seksi yang bisa dimiliki oleh seorang manusia. Apa yang bisa membuatmu jatuh cinta hingga terancam gila? Apa yang membuatmu loncat dari tempat tidur di pagi hari hanya untuk melakukan hal yang benar-benar kamu senangi? Tentu akan sangat menyenangkan bisa memiliki energi dan ketertarikan yang begitu besar terhadap sesuatu hal. Tentu juga akan sangat menyenangkan menatap mata orang yang berbinar-binar and looks really happy doing something.


5. Love books

Last but not least. Kamu mungkin tidak bisa ke mana-mana, tidak pernah kemana-mana, dan tempat tinggalmu jauh dari mana-mana, tapi kalau kamu pembaca yang baik sekaligus membaca buku-buku yang baik, saya yakin, you will win everyone's heart.  Berbicara dengan pembaca yang baik akan terasa bedanya. Jangan hanya puas dengan satu buku. Hanya membaca satu buku sampai selesai akan membuatmu merasa pintar. Merasa tahu segalanya. Tapi bacalah lebih banyak lagi dan kamu mulai akan berpikir panjang sebelum mengeluarkan sebuah pernyataan, karena kamu akan menyadari bahwa pernyataan yang kamu buat mungkin hanyalah sebagian kecil dari pengetahuan yang telah kamu baca.  Lebih kecil lagi dari seluruh pengetahuan yang mungkin orang lain pernah baca. Aneh, tapi benar. Banyak membaca justru akan membuatmu semakin sulit berkata-kata. 

Sudah lima. So, I'm done. Doakan istiqomah. Postingan hari pertama sok serius buat pencitraan. Hahaha. Sampai jumpa besok :) 


30 Day Writing Challenge

Sudah berbulan-bulan yang lalu saya mengepin beberapa artikel tentang 30 day writing challenge di pinterest, artinya sudah berbulan-bulan juga keinginan untuk memulai writing challenge ini terlupakan. Hingga pada suatu hari, teman saya si pemilik blog insanayu.com ‘pamer’ kalau dia sedang ikutan writing challenge. Panas dong, secara kan saya yang sudah lama mau ikutan malah belum mulai-mulai. Akhirnya, dengan niat yang mulia yaitu tidak mau membiarkan blog saya berdebu tebal karena jarang diurus, saya pun mulai ikutan 30 days writing challenge. Dari beberapa picture yang saya save, saya memilih yang satu ini.  Kenapa? Ya, karena cukup sederhana. Yuk, yang mau ikutan juga, mari gabung! 


gambar dari sini