Selasa, 05 Januari 2016

HIROSHIMA KETIKA BOM DIJATUHKAN (JOHN HERSEY)



"Seratus ribu orang terbunuh oleh bom atom dan keenam orang ini adalah sebagian dari mereka yang selamat. Mereka masih saja bertanya-tanya, mengapa mereka tetap hidup ketika begitu banyak orang lain mati..."

Kisah dari 6 orang yang berhasil selamat dari peristiwa Hiroshima. Sangat menggetarkan dan membangkitkan rasa syukur yang luar biasa. Cerita jurnalisme yang disajikan dengan gaya bercerita seperti novel, membuat pembaca seolah bisa menyaksikan kengerian yang sama. 

Buku ini juga memperlihatkan kesantunan bangsa Jepang yang luar biasa. Bahkan saat sudah menderita, masih dengan sopannya mereka berkata, "Tasukete kure," (Tolong selamatkan kami jika anda berkenan). Diceritakan juga bahwa orang yang tidak terluka dalam peristiwa itu merasa sangat malu sehingga ia terus berkata berulang-ulang kepada orang-orang yang terluka, "Maafkan saya karena tidak punya beban sepertimu. Maafkan saya."

"Sebagai seorang Kristiani, hatinya sangat sedih melihat mereka yang terperangkap. Sebagai seorang Jepang, ia merasa sangat malu karena tidak terluka." (Hiroshima, hal:54)

Buku ini menggambarkan bahwa dalam sebuah perang, rakyatlah yang akan paling menderita. Namun bagi bangsa Jepang, penderitaan itu mereka terima dengan tenang. 

"Orang-orang yang terluka begitu tenang : tidak ada yang mengeluh, apalagi berteriak kesakitan. Bahkan, anak-anak kecil pun tidak menangis. Begitu banyak orang yang meninggal tanpa suara."

Buku yang sangat menyentuh rasa kemanusiaan. Membangkitkan kengerian sekaligus simpati. Mencengangkan bagaimana negeri ini berbenah dari sebuah tragedi yang besar. Di beberapa halaman, bahkan ada beberapa kisah yang bisa mengurangi nafsu makan. 

Sumber gambar : https://www.tokopedia.com/tokobukudesain/buku-hiroshima-ketika-bom-dijatuhkan