Minggu, 17 April 2016

SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA (SUARCANI)


Pertama kali jatuh cinta pada buku ini adalah karena premisnya yang tidak biasa. Tentang seorang Ravit, mantan narapidana yang kembali terpenjara oleh ketakutannya akan trauma di masa lalu. Dari Depok, ia menuju Bali untuk sembunyi. Di Bali inilah perjalanan Ravit dimulai. Bersama Uci, tour guidenya, mereka mendatangi tempat-tempat yang tidak biasa. Perjalanan ini pun bukan perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan untuk menemukan dan mengembalikan kehidupan Ravit yang telah ditelan habis-habisan oleh penjara. Banyak novel bersetting Bali, tapi yang membuat novel ini berbeda adalah ia membawa pembaca melihat Bali dari mata yang berbeda. Bali yang bukan hanya Pantai Kuta, Bali yang bukan hanya cinta-cinta, Bali yang bukan hanya bule-bulenya. 


" Bali itu bisa memberi apa pun yang kamu inginkan. Bali itu menerima semua orang, seperti seorang ibu yang menyambut anaknya untuk pulang. Bali itu bisa jadi rumah bagi siapa pun. Bali itu punya jawaban dari semua pertanyaan."