Minggu, 05 Juni 2016

PROJO DAN BROJO (ARSWENDO ATMOWILOTO)




"Kebenaran ada dalam kesederhanaan" (Halaman 187)


Membaca buku ini tidak akan lepas dari pesan-pesan politis dari penulisnya. Tapi ada baiknya kita kesampingkan dahulu soal itu. Menikmati lembar demi lembar buku ini, sangat menyenangkan. Bukan novel yang butuh waktu lama untuk diselesaikan karena bahasanya ringan dan dialognya mengalir dengan cerdas, kadang ada beberapa saat pembaca akan dibuat berhenti sejenak untuk merenung karena sebuah dialog, dan ada juga beberapa saat di mana pembaca akan dibuat tergelak karena sebuah dialog.



Projo dan Brojo sendiri adalah nama dua orang yang berbeda. Perbedaan kehidupan keduanya bagaikan bumi dan langit. Tapi, mereka punya satu persamaan yang akhirnya mempertemukan mereka berdua dalam kehidupan yang akan sangat rumit. Persamaan itu ada dalam bentuk fisik wajah yang sangat mirip. Projo sudah dua tahun mendekam dalam penjara karena terkena sebuah kasus. Brojo baru saja mengalami kesulitan ekonomi. Keadaan yang saling membutuhkan ini mempertemukan mereka dalam sebuah rencana yang telah diatur oleh orang kepercayaan Projo. Rencana itu adalah mereka harus bertukar peran. Brojo akan menggantikan Projo di penjara dengan bayaran yang besar dan Projo akan menjadi orang lain dalam penyamaran dengan tujuan untuk menyelidiki kasusnya, juga istrinya. Brojo yang di dalam penjara, walau mendapatkan semua yang dia butuhkan, juga memiliki permasalahan tersendiri. Ia harus menghadapi permasalahan Projo dengan para wanita-wanitanya juga kerinduan akan istrinya yang sangat sederhana, yaitu Wisuni. Bagaimana keduanya menghadapi keadaan ini dan bagaimana cara mereka mengakhiri cerita ini adalah bagian yang paling menarik dari buku. Wisuni sendiri menjadi sosok yang akan banyak menarik hati pembaca. Keluguannya, sikap nrimo-nya, kesederhanaannya, juga rasa percaya yang besar terhadap pasangannya menjadi penyeimbang di antara pusaran konflik yang sangat rumit antara kehidupan Projo dan Brojo.



Jika ada satu hal dalam buku ini yang harus dikomentari adalah masalah penulisan dialog karena jarang diikuti dengan nama pengucapnya, sehingga ada beberapa dialog yang agak membingungkan diucapkan oleh siapa. Tapi tentu itu tidak berpengaruh terlalu banyak terhadap cerita. Saya rekomendasikan buku ini untuk kalian yang ingin membaca buku dengan bahasa yang ringan dan mengalir namun sangat padat dengan dialog yang tidak mudah untuk dilupakan, kesan sederhana yang begitu membekas, juga konflik yang diolah dengan tidak biasa.




Sumber gambar : https://www.tokopedia.com/bukubookstore/projo-brojo-arswendo-atmowiloto