Selasa, 07 Juni 2016

SAMAN (AYU UTAMI)




"Waktu adalah hal yang aneh sekali. Bagaimana dia bisa memisahkan kita dari kita di masa lalu?"

Saman adalah seorang pastor yang akhirnya memilih untuk meninggalkan dunia gereja untuk menjadi aktivis HAM. Perubahan itu bukan tanpa alasan. Konflik yang berat ada di belakang semua keputusan Saman. Dengan bantuan keempat sahabat (Tala, Laila, Cok, dan Yasmin) Saman yang masih dalam pengejaran berhasil melarikan diri ke luar negeri. Saman pernah memiliki masa lalu bersama Laila saat dia masih menjadi pastor. Namun kini, di dalam pelarian, Saman justru tertarik kepada Yasmin. Laila sendiri kini sedang sibuk jatuh cinta pada Sahar, seorang lelaki beristri. 

Jujur saja, saat pertama kali membaca blurb buku ini. Ekspektasi saya adalah saya akan disuguhi dengan cerita persahabatan keempat orang wanita yang berbeda karakter dan tentu ini akan menarik jika disajikan oleh Ayu Utami. Tapi ternyata, persahabatan itu tidak terlalu mendapat banyak porsi dalam cerita ini. Hanya Laila yang lumayan sering tampil. Mungkin saya harus membaca Larung yang katanya lanjutan dari buku Saman. 

Di balik banyaknya hal-hal vulgar yang ditabur di buku ini, ada pesan kuat yang hendak disampaikan oleh penulisnya. Hubungan lelaki dan perempuan, konflik-konflik kepentingan, masalah ketuhanan, isu-isu seksualitas, dan posisi perempuan di masyarakat yang tidak semua penulis berani untuk menuliskannya segamblang ini. Riset yang hebat membuat buku ini sangat kuat di detail sehingga tidak hanya menjadi buku roman biasa tapi juga membawa kita ke pengetahuan-pengetahuan dan pandangan baru.



Sumber gambar: https://www.tokopedia.com/bukubukuku/samanayu-utami